Oleh : Muhammad Yusup Sidik
Seiring dengan berkembangnya zaman, kemajuan teknologi, transfortasi dan mudahnya aksses informasi tidak hanya dalam negri saja tetapi kita bisa mengakses informasi dari luar negri dengan sangat mudah. Dengan segala fasilitasnya dan segalanya serba mudah ini menyebabkan ummat islam terlena
dengan kehidupan dunia yang hanya sementara dan melupakan pedoman hidupnya sebagai jalan menuju keselamatan di dunia dan di akhirat yakni al-Qur’an& as-Sunnah. Mesjid-mesjid di kampung maupun di kota sudah tidak terlalu ramai lagi dengan pengajaran al-Qur’an, para pemuda penerus bangsa ini lebih senang dengan berkumpul dijalanan, mabuk-mabukan dan melihat kontes band meskipun dengan hargatiket yang sangat mahal dari pada harus duduk dimesjid belajar al-Qur’an. Bagaimana Ummat ini akan maju apabika pemudanya sudah tidak kenal dengan kitab sucinya, dan dizaman yang serba mudah ini al-Qur’an hanya sebagai hiasan dirumah saja tanpa dibaca apalagi diamalkan.
dengan kehidupan dunia yang hanya sementara dan melupakan pedoman hidupnya sebagai jalan menuju keselamatan di dunia dan di akhirat yakni al-Qur’an& as-Sunnah. Mesjid-mesjid di kampung maupun di kota sudah tidak terlalu ramai lagi dengan pengajaran al-Qur’an, para pemuda penerus bangsa ini lebih senang dengan berkumpul dijalanan, mabuk-mabukan dan melihat kontes band meskipun dengan hargatiket yang sangat mahal dari pada harus duduk dimesjid belajar al-Qur’an. Bagaimana Ummat ini akan maju apabika pemudanya sudah tidak kenal dengan kitab sucinya, dan dizaman yang serba mudah ini al-Qur’an hanya sebagai hiasan dirumah saja tanpa dibaca apalagi diamalkan.
Baru-baru ini masalah demi masalah baru silih berganti, perpecahan ummat terjadi dimana-mana, konflik dan kekerasan atas nama agama sering kita saksikan di berbagai media massa, baik cetak maupun elektronik. Semua masalah ini tidak akan terselesaikan apabila dalam penyelesaianya tidak di kembalikan kepada al-Qur’an&as-Sunnah. Namum sangat aneh sekali di negara yang mayoritas Muslim ini, Orang yang berusaha menghidupkan islam disebut teroris, fundamentalis dan dicap sebagai pemecah belah ummat. Ini adalah sebuah pemahaman dan pengklaiman yang salah, bahan yang lebih membahayakan lagi apabila ummat islam sendiri telah menyebut sodaranya dengan teroris, jika ini dibiarkan maka ummat Islam akan terpuruk untuk selamanya.
Maka sudah saatnya kita sebagai generasi penerus Agama dan Bangsa ini untuk lebih semangat lagi dalam mempelajari dan mengamalkan serta mengembalikan semua permasalahan yang dihadapi oleh ummat ini kepada al-Qur’an&as-Sunnah. Rasulullah pun sudah sangat jelas bersabda dalam salah satu haditsnya :
تركت فيكم امرين لن تضلوا ماتمسكتم بهما كتاب الله وسنة نبيه
“aku telah meninggalkan kepada kalian dua perkara, apabila kamu berpegang teguh kepada keduanya maka kamu tidak akan tersesat untuk selamanya, yaitu : Kitab Allah dan Sunnah Nabi-Nya”.
Maka dalam diskusi/bahtsul masail bertujuan untuk mengkaji masalah-masalah klasik dan kontemporer dalam perspektif islam (al-Qur’an&as-Sunnah), dimana semua masalah yang kita hadapi diselesaikan dengan dua pedoman yang telah rasulullah ajarkan. Masalah yang akan kita kaji adalah masalah klasik&kontemporer. Yang dimaksud dengan klasik disini adalah permasalahan yang sudah banyak dibahas oleh para ulama terdahulu, dan akan kita mengkaji ulang supaya kita mendapatkan pencerahan dari pendapat masing-masing para fuqaha dan ulama tersebut. Dan yang dimaksud dengan masalah kontemporer adalah suatu permasalahan yang ada pada zaman ini tetapi tidak terjadi pada zaman rasulullah,maka untuk memberikan suatu hukum pada sebuah permasalahan akan kita bahas dalam diskusi ini tapi tidak terlepas dari al-Qur’an&as-Sunnah.
Mudah-mudahan kita selalu itiqomah dalam menegakan kebenaran.!!!!
No comments:
Post a Comment