Blogger templates

blog

Pages

Wednesday, October 17, 2012

Kita Belum MERDEKA


Oleh : Muhammad Yusup Sidik
Tepat pada tanggal 17 Agustus 1945 bangsa Indonesia telah menyatakan kemerdekaannya yang dibacakan oleh ir. Soekarno. Kemerdekaan yang diimpikan oleh semua rakyat indonesia akhirnya telah tercapai juga. Perjuangan yang tiada henti, pengorbanan yang tidak terhitung jumlahnya, dan pertumpahan darah akhirnya berbuah manis  dengan diproklamirkannya kemerdekaan bangsa ini.

Dengan demikian maka rakyat akan terbebas dari segala bentuk penjajahan. Tidak ada lagi yang akan merampas hak rakyat indonesia, maka negri yang subur ini akan dinikmati oleh rakyatnya tanpa adanya penindasan dan penyiksaan yang di lakukan oleh tentara belanda, jepang dan portugis.

Namun, apakah kemerdekaan yang diperjuangkan oleh para pejuang terdahulu sudah kita rasakan sekarang?. Sudahkan rakyat ini sejahtera?. Pertanyaan ini tidak perlu kita jawab, kita cukup melihat realitas yang terjadi di sekeliling kita maka kita akan mengetahui jawabannya. Kesenjangan sosial antara kaya dan miskin sangat tampak terlihat begitu jelas, terdapat begitu banyak gedung-gedung mewah, hotel-hotel berbintang, dan apartement di kota-kota besar seperti jakarta. Namun ketika kita melihat dalam kota yang sama yaitu jakarta tepatnya di bawah jembatan terdapat sekelompok orang yang tinggal hanya beralaskan tikar saja, tikar pun bagi mereka sudah sangat bagus. Masih banyak rakyat miskin yang kelaparan, harus peras keringat banting tulang untuk mencukupi kebutuhan hidupnya dan tidak sedikit dari mereka yang tidak bisa makan. Ironisnya, begitu banyak rakyat yang menderita dan kelaparan, para anggota DPR ingin membangun gedung DPR yang baru dengan dalil untuk meningkatkan kinerja para anggota DPR tersebut, selain itu banyak juga Anggota DPR yang pergi untuk studi banding yang hanya menghambur-hamburkan uang rakyat tanpa adanya peningkatan kinerja DPR. Belum lagi para anggota DPR dari partai-partai besar yang terlibat korupsi, mulai dari kasus centuri, BLBI, wisma atlit dan hambalang. Kasus korupsi ini sudah merambat kesemua lapisan, mulai dari DPR, Gubernur, Bupati, Camat, bahkan Kepala Desa pun ada yang terlibat Korupsi.

Selanjutnya apabila kita melihat sistem Pendidikan Indonesia tentunya sangat menghawatirkan. Bagaimana tidak, setelah dua belas tahun kita belajar bahasa indonesia sejak bangku SD sampai SMA ternyata kita masih belum bisa menulis sebuah artikel dan harus belajar lagi di perguruan tinggi. Ini adalah salah satu bentuk konkrit atas gagalnya Pendidikan yang ada di Indonesia. Selain dari itu, banyak juga anak yang putus sekolah karena mahalnya biaya pendidikan, sering kita lihat pula mereka mengemis dan mengamen di pinggir jalan. Inilah realitas yang terjadi di Indonesia setelah 67 tahun Bangsa ini merdeka. Apakah ini yang disebut dengan meredeka? Adanya kesenjangan sosial, kemiskinan, kelapara, korupsi dan tidak meratanya Pendidikan. Dari realitas inilah kita tidak pelu menjawab pertanyaan apakah kita sudah merdeka atau belum? Sudah sangat jelas realitas yang terjadi jauh dari arti Merdeka yang hakiki.

No comments:

Post a Comment