Blogger templates

blog

Pages

Saturday, March 9, 2013

Keajaiban Ilmiyah Al-Qur’an (Bidang Astronomi)


Bidang Astonomi
Oleh: Kang YS
a.   Penciptaan Alam Semesta dari Asap Panas
Kemudian Dia menuju langit dan langit itu masih merupakan Asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: "Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa". Keduanya menjawab: "Kami datang dengan suka hati". (Q.S Fushilat: 11)


Kata dukhan dalam ayat ini menggambarkan materi sebelum alam semesta trebentuk, yaitu Asap kosmik panas yang hadir dalam penciptaan jagat raya. Al-qur’an menggambarkan kata Asap dengan sangat akurat karena mengandung arti gumpalan gas hangat bersi partikel-partikel bergerak yang terhubung dengan substansi padat.1

b.  Awal Alam semesta (Big bang)
Menurut George Ganow, pada saat permulaan dari timbulnya alam semesta, semua massa (benda-benda) yang akan membentuk alam semesta seoerti galaxy, gas-gas, matahari, bintang-bintang, seluruh planet dan stelit serta zat-zat kosmos lainnya, berkumpul menjadi satu di bawah tekanan yang sangat kuat, sehingga menyebabkannya pecah dan runtuh berantakan, yang menyebabkan hancur berkeping-keping, sehingga kepingan itu menajdi bintang-bintang, matahari, planet, satelit, galaxy dan benda-benda semesta yang lain2.

Dalam ledakan ini tersimpan sebuah rahasia besar, karena ini adalah sebuah ledakan, materi seharusnya menyebar secara acak di seluruh penjuru angkasa sebagai atom-atom atau partikel-partikel sub-atomik. Namun demikian, alam semesta muncul dalam keteraturannya yang menakjubkan. Atom-atom yang terpancar secara acak berkumpul paad tempat-tempat tertentu dan bergabung membentuk bintang-bintang, berbagai tat surya, dan galaxy3. Hal ini terdapat dalam Al-qur’an:

“Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?” (Al-Anbiya, 21: 30)

Kata Ar-ratq dalam ayat ini menunjukan sebagai sesuatu yang menyatu, digunakan untuk merujuk pada dua zat yang berbeda yang membentuk satu kesatuan. Sedangkan kata fataqa atau al-fatqu bermakna pemisahan dari dua perkara yang melekat4.

c.   Alam Semesta yang Mengembang
Pada awal abad ke-20, fisikawan Rusia, Alexander Friedman, dan ahli kosmologi Belgia, George Lemaitre, secara teoritis menghitung bahwa alam semesta senantiasa bergerak dan berkembang. Fakta ini dibuktikan dengan menggunakan data pengamatan pada tahun 1929. Ketika mengamati langit dengan teleskop, Edwin Hubble, ahli Astronomi Amerika, menemukan bahwa bintang dan galaxy terus bergerak saling menjauh5. Empat belas abad yang Lalu Allah telah mengisyaratkan dalam Al-Qur’an:

Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya.” (Adz-Dzariat, 51: 47)

d.  Akhir Alam Semesta (Big Crunch)
Setelah berkembangnya sampai maksimum, alam semesta akan kembali menyusut dan mengecil, sehingga benda-benda langit saling bertumbukan diermas oleh gaya gravitasi yang maha kuat dan akhirnya masuk kembali dalam singularitas menuju ketiadaan (hari kiamat). Proses inilah yang disebut fisikawan kosmolog sebagai teori Big Crunch kebalikan dari teori Big Bang6. Hipotesis Ilmiyah Big Crunch telah diisyaratkan dalam Al-Qur’an sebgai berikut:

“(Yaitu) pada hari Kami gulung langit sebagai menggulung lembaran-lembaran kertas.  Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama begitulah Kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati; sesungguhnya Kami lah yang akan melaksanakannya.” (Al-Anbiya, 21: 104)

______________________
1.      Harun Yahya, Keajaiban Al-qur’an, hal:7
2.      Musthafa KS, Alam Semesta dan Kehancurannya menurut al-qur’an & Ilmu Pengetahuan, hal:25
3.      Harun Yahya, Rantai Keajaiban, hal: 5
4.      Ahmad Mushtafa Al-maraghi, terjemah tafsir Al-maraghi, CV.TOHA PUTRA SEMARANG:1989, hal: 38
5.      ­­­­­­­­­­­­­­­Harun Yahya, Keajaiban Al-Qur’an, hal: 4.

No comments:

Post a Comment