Embriologi
Oleh: Kang YS
Embriologi adalah ilmu
yang mempelajari perkembangan janin. Empat belas abad yang lalu Allah telah
menjelaskannya dalam al-qur’an, dan hal ini sejalan dengan ilmu pengetahuan
modern.
“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes
mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan),
karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat.” (Al-insan, 76:2)
Nutfah merupakan proses pencampuran antara setetes mani laki-laki
dan wanita. Setetes mani. Bercampur disini berarti pengerubunan sel-sel
spermatozoa terhadap sel telur dan satu dari spermatozoa masuk kedalam inti
telur. Setelah terjadi percampuran selanjutnya terjadi peleburan diantara
keduanya. Pada proses ini terjadi penetrasi (penembusan) sel spermatozoa yang berhasil
mencapai sel telur.
“Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu
segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami
jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging.
Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Suci lah
Allah, Pencipta Yang Paling Baik.” (Al-Mu’minun23:14)
Dalam ayat ini terdapat tiga perkembangan janin, yang pertama yaitu Pembentukan segumpal
darah (alaqah). Pembentukan Alaqah terjadi setelah proses peleburan
antara sel spermatozoa dengan sel telut kemudian terbentuklah zigot. Yang kedua yaitu
Pembentukan segumpal daging (mudhghah),
bentukan yang menyerupai segumpal daging ini terjadi pada minggu ketiga hingga
minggu kedelapan. Yang ketiga yaitu
pembentukan tulang dan daging (dalam biologi disebut otot). Pada tahap ini
manusia mulai dibentuk. Rangka initerdiri dari tulang yang kemudian dibungkus
dengan daging (otot). Pada tahap ini manusia telah mempunyai bentuk yang sempurna
secara fisik12.

No comments:
Post a Comment